Selasa, 30 Desember 2008

BKC


BKC adalah singkatan dari Bandung Karate Club dan dalam pengertian yang sebenarnya, berarti Bina Kshatrya Cita. BKC didirikan di Bandung, tanggal 16 Juni 1966, pendirinya ialah Iwa Rahadian Arsanata. BKC berpusat di kota Bandung, Jawa Barat Indonesia dengan cabang-cabangnya tersebar di seluruh wilayah Tanah Air Indonesia.
Sejak tahun 1962, telah dirintis pendiriannya dengan nama Bandung Karate School for Self Defence. Gedung Mardisantosa yang terletak di Jalan sunda No. 2 Bandung adalah tempat pertama BKC didirikan. Tercatat sebagai anggota pertama terdiri dari siswa-siswa Sekolah Guru Pendidikan Jasmani, SMAN Jalan Belitung, STMN I jalan Rajiman serta beberapa orang mahasiswa UNPAD dan ITB. Sejak tahun 1967 hingga tahun 1972 tempat latihan pindah ke pendopo sekolah Tinggi Olah raga Jalan Van Deventer Bandung.
BKC didirikan dengan maksud menghimpun pemuda, pelajar serta berbagai kalangan dalam pembinaan olah raga beladiri berdasarkan kekeluargaan hormat-mengahormati serta saling menciantai antara satu dan sesamanya. Secara umum BKC bertujuan untuk membina setiap anggota menjadi Insan Beladiri yang Mandiri, yang memahami makna hidup dan kehidupan. Sehingga pada akhirnya, ilmu yang diperolehnya dapat bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Setiap anggota BKC dituntut untuk mampu melaksanakan Tri Ratna Keanggotaan berdasarkan kiprahnya.
Sumber ajaran beladiri yang diajarkan di BKC sepenuhnya bersumberkan kepada Tuntunan ajaran Jalaksana yang merupakan Ilmu Teturunan dari Pendiri Peruruan. Kemudian sumber ajaran ini disesuaikan dengan berbagai ajaran ilmu beladiri yang ada, baik yang datang dari luar maupun dengan yang telah ada di Indonesia. Dalam hal ini BKC berprinsip, mana yang baik diambil dan mana yang buruk dibuang walaupun itu budaya bangsa terlebih yang datang dari luar.

Warna Lambang

  • Kuning, mengartikan Keyakinan akan ke-Agungan Tuhan

  • Putih, mengartikan Kebrsihan/Kesucian Jiwa

  • Merah,mengartikan Keberanian.

Pengertian Lambang :

  • Lingkaran, mengartikan Putaran Jiwa dan Pikiran dalam kehidupan yang harus penuh perhitungan.

  • Lingkaran Putih, mengartikan Jiwa yang bersih/suci.

  • Tulisan Praja Kshatrya Dharma, mengartikan Pembinaan setiap anggota BKC, untuk menjadi Pimpinan yang berjiwa Kshatrya dan Tanpa Pamrih

  • Tulisan kata-kana Karate, mengartikan bahwa Ajaran Ilmu Beladiri yang ditonjolkan adalah Karate.





Kamis, 25 Desember 2008

FORKI


Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia yang disingkat FORKI dideklarasikan di Jakarta pada tanggal 30 November 1972 oleh 24 pimpinan Perguruan Karate di Indonesia yang sebelumnya bersatu dalam wadah organisasi bernama Persatuan Olahraga Karate Indonesia disingkat PORKI, yang didirikan pada tanggal 10 Maret tahun 1964. Pendeklarasian berdirinya FORKI dilakukan pada saat Kongres PORKI IV di Jakarta yang secara musyawarah mufakat menyetujui pergantian nama dari PORKI menjadi FORKI.
FORKI didirikan sebagai wadah berhimpun dari perguruan-perguruan karate yang ada di Indonesia saat itu dengan latar belakang berbagai macam aliran, diantaranya Shotokan, Gojuryu, Wadoryu, Sitoryu, Kushinryu, Keishinkan, Kyokushinkai dll.

Dalam kiprah FORKI mengkoordiner pembinaan olahraga karate ditanah air, animo masyarakat untuk mengikuti/menekuni olahraga karate sangat besar, sehingga bermunculan perguruan karate ditanah air yang ingin bergabung masuk menjadi anggota FORKI, sehingga tahun sekitar tahun 1977 keanggotaan FORKI yang semula 24 menjadi 25 Perguruan karena masuknya satu perguruan baru yaitu Perguruan Shiroite.

Untuk membatasi meningkatnya keanggotaan perguruan yang menjadi anggota FORKI, maka pada Kongres FORKI X di Caringin Bogor tahun 1997 telah diputuskan bahwa FORKI tidak lagi menerima anggota baru.

Adapun perguruan-perguruan karate yang terdaftar sebagai anggota FORKI adalah :
1. AMURA.
2. B K C. ( Bandung Karate Club ).
3. BLACK PANTHER KARATE INDONESIA.
4. FUNAKOSHI.
5. GABDIKA SHITORYUKAI.
6. GOJU RYU ASS.
7. GOKASI.
8. GOJUKAI.
9. INKAI. ( Institut Karate-Do Indonesia )
10. INKADO. ( Indonesia Karate-Do )
11. INKANAS ( Institut Karate-Do Nasiona) semula bernama MKC ( Medan Karate Club)
12. KKNSI ( Kesatuan Karate-Do Nagasaki Indonesia )
13. KKI ( Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia )
14. KEISHINKAN.
15. KANDAGA PRANA.
16. KALA HITAM.
17. KYOKUSHINKAI.
18. LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia )
19. PORDIBYA.
20. PORBIKAWA.
21. PERKAINDO. Semula bernama SHOTOKAI.
22. SHINDOKA.
23. SHIROITE
24. TAKO.
25. WADOKAI.